{"id":6567,"date":"2020-12-11T06:44:17","date_gmt":"2020-12-11T06:44:17","guid":{"rendered":"https:\/\/healthmenowth.com\/?page_id=6567"},"modified":"2021-12-11T04:00:37","modified_gmt":"2021-12-11T04:00:37","slug":"bone-biopsy","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/bone-biopsy\/","title":{"rendered":"Biopsi tulang"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Biopsi tulang<\/strong>&nbsp;adalah di mana sepotong tulang diambil dan inti tulang diperiksa untuk sel.&nbsp;Jika menggunakan jarum, obat bius akan disuntikkan.&nbsp;Jika operasi dilakukan, anestesi umum diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">biopsi tulang untuk pemeriksaan&nbsp;Ini diindikasikan untuk pasien dengan nyeri tulang dan nyeri tekan.&nbsp;Dengan pemeriksaan setelah dilakukan bone scan (scan tulang),&nbsp;&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/diagnosis\/x-ray-diagnosis\/ct-scan\/\">computer scan (CT scan),<\/a>&nbsp;rontgen (X-ray) atau rontgen pembuluh darah.&nbsp;(arteriografi) dan ditemukan adanya benjolan atau penampakan yang tidak normal&nbsp;Biopsi tulang bedah menggunakan spesimen yang lebih panjang daripada biopsi tulang yang menusuk.&nbsp;dan perawatan bedah segera dapat diberikan jika dianalisis dengan aspirasi spesimen.&nbsp;dan ternyata sel kanker<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemungkinan komplikasi, seperti&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/diseases\/bones\/bone-fracture\/\">patah tulang,<\/a>&nbsp;&nbsp;jaringan yang terinfeksi di sekitar cedera.&nbsp;(osteomielitis) dan kontaminasi jaringan normal dengan sel tumor<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tujuan<\/strong><br>untuk membedakan antara&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/diseases\/cancer\/chondrosarcoma\/\">Tumor tulang<\/a>&nbsp;(benign bone tumor) dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/cancer\/bone-cancer\/\">kanker tulang<\/a>&nbsp;(malignant bone tumor).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>persiapan pasien<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>Jelaskan pemeriksaan kepada pasien dan jawab pertanyaan pasien.<\/li><li>Beritahu pasien bahwa tes tersebut memerlukan spesimen tulang yang diambil untuk diperiksa di bawah mikroskop.<\/li><li>Jika pasien melakukan biopsi dengan cara pengeboran (drill biopsy), pasien tidak perlu berpantang air.&nbsp;Biopsi terbuka dilakukan.Pasien harus tidak makan pada malam sebelum pemeriksaan.<\/li><li>Beritahu pasien siapa pemeriksa dan di mana itu.<\/li><li>Beritahu pasien bahwa dia akan disuntik dengan anestesi tetapi akan merasa tidak nyaman dan tertekan ketika jarum biopsi dimasukkan ke dalam tulang.<\/li><li>Jelaskan bahwa akan ada alat yang bentuknya seperti jarum yang dimasukkan ke dalam tulang.&nbsp;Jika memungkinkan, tunjukkan pasien gambar alat tindik.&nbsp;Stres penting untuk kerjasama pasien selama&nbsp;&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/diagnosis\/biopsy\/\">biopsi.<\/a><\/li><li>Minta pasien atau kerabat menandatangani formulir persetujuan untuk menerima perawatan.<\/li><li>Periksa riwayat pasien apakah mereka alergi terhadap anestesi atau tidak.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"\u0e01\u0e32\u0e23\u0e15\u0e23\u0e27\u0e08\u0e41\u0e25\u0e30\u0e01\u0e32\u0e23\u0e14-\u0e41\u0e25\u0e2b\u0e25-\u0e07\u0e15\u0e23\u0e27\u0e08\">Pemeriksaan dan perawatan pasca pemeriksaan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Biopsi bor<\/strong><br>1. Tempatkan pasien pada posisi dan lokasi yang sesuai untuk dicukur dan siapkan tempat biopsi bor<br>2. Setelah penyuntikan anestesi.&nbsp;Ambil sumsum tulang kecil (biasanya sekitar 3 milimeter) dan gunakan jarum biopsi untuk mendorong trocar ke dalam tulang.&nbsp;Kemudian putar sekitar 180 derajat<br>3. Saat mencapai inti tulang, tarik trocar keluar dan masukkan sumsum tulang ke dalam botol dengan larutan formalin 10% yang tertulis di sisi botol.&nbsp;Kemudian gunakan kasa steril untuk menekan tempat tusukan.<br>4. Setelah pendarahan berhenti, oleskan luka dengan obat antiseptik seperti salep povidone-iodine dan tutup luka untuk mencegah infeksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Biopsi terbuka<\/strong><br>1. Beri pasien anestesi dan lokasi yang akan dicukur (shave) bersih dengan sabun bekas operasi.&nbsp;dan siapkan area yang akan dipotong.&nbsp;Bersihkan dengan yodium dan alkohol.<br>2. Insisi dan biopsi tulang segera dikirim ke laboratorium histologi untuk dianalisis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Biopsi bor dan Biopsi terbuka<\/strong><br>1. Catat tanda-tanda vital dan periksa lokasi biopsi.&nbsp;Tentukan jumlah yang diharapkan dari apa yang dikeringkan.&nbsp;dan laporkan kelebihan debit<br>2. Jika pasien merasa nyeri, berikan obat pereda nyeri<br>3. Setelah beberapa hari biopsi, amati apakah ada gejala infeksi tulang seperti&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/diseases\/respiratory-system\/common-cold\/\">demam,&nbsp;<\/a>&nbsp;&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/diseases\/brain-nerve\/headaches\/\">sakit kepala,<\/a>&nbsp;&nbsp;nyeri saat bergerak.&nbsp;Situs tusukan merah atau dekat abses&nbsp;lokasi biopsi&nbsp;Laporkan ke dokter Anda jika Anda memiliki gejala-gejala ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perhatian<\/strong><br>1. Biopsi tulang harus dilakukan secara hati-hati pada pasien dengan gangguan koagulasi.<br>2. Segera kirim spesimen ke ruang pemeriksaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>hasil tes biasa<\/strong><br>jaringan tulang normal&nbsp;Ini terdiri dari serat kolagen (Kolagen), sel tulang matang (Osteosit) dan osteoblas.&nbsp;(Osteoblas) tulang mungkin kompak (compact) atau&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/diseases\/bones\/osteoporosis\/\">osteoporosis<\/a>&nbsp;(cancellous) tulang keras (Compact Bone) dipadatkan dengan mineral yang melekat pada lingkaran.&nbsp;atau setiap cincin tersusun berlapis-lapis (lamellae) Osteoporosis memiliki lingkaran-lingkaran di sekeliling tulang yang tersusun berlapis-lapis dengan sel-sel tulang yang matang.&nbsp;dan ada sumsum tulang merah dan kuning di antara sel-sel tulang yang matang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>hasil tidak normal<\/strong><br>Pemeriksaan histologis dari biopsi tulang dapat dilakukan.&nbsp;tumor jinak atau benjolan abnormal&nbsp;tumor ganas atau kanker&nbsp;ganas atau kanker&nbsp;akan menyebar dengan cepat&nbsp;Sebagian besar sel kanker yang telah menyebar ke tulang berasal dari darah dan sistem limfatik dari&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/cancer\/lung-cancer\/\">kanker&nbsp;<\/a><a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/cancer\/breast-cancer\/\">payudara&nbsp;<\/a><a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/cancer\/lung-cancer\/\">,&nbsp;<\/a><a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/cancer\/prostate-cancer\/\">kanker&nbsp;<\/a><a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/cancer\/lung-cancer\/\">paru&nbsp;<\/a><a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/cancer\/prostate-cancer\/\">&#8211;&nbsp;<\/a><a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/cancer\/lung-cancer\/\">paru&nbsp;<\/a><a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/cancer\/prostate-cancer\/\">, dan kanker prostat.&nbsp;<\/a><a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/cancer\/kidney-cancer\/\">kanker&nbsp;<\/a><a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/cancer\/thyroid-cancer\/\">tiroid<\/a>&nbsp;&nbsp; atau&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/cancer\/kidney-cancer\/\">kanker ginjal<\/a><\/p>\n<div style='text-align:right' class='yasr-auto-insert-visitor'><!--Yasr Visitor Votes Shortcode--><div id='yasr_visitor_votes_634652821833a' class='yasr-visitor-votes'><div id='yasr-vv-second-row-container-634652821833a'\r\n                                        class='yasr-vv-second-row-container'><div id='yasr-visitor-votes-rater-634652821833a'\r\n                                      class='yasr-rater-stars-vv'\r\n                                      data-rater-postid='6567'\r\n                                      data-rating='0'\r\n                                      data-rater-starsize='32'\r\n                                      data-rater-readonly='false'\r\n                                      data-rater-nonce='4126947a15'\r\n                                      data-issingular='false'\r\n                                    ><\/div><div class=\"yasr-vv-stats-text-container\" id=\"yasr-vv-stats-text-container-634652821833a\"><span id=\"yasr-vv-text-container-634652821833a\" class=\"yasr-vv-text-container\">[Total: <span id=\"yasr-vv-votes-number-container-634652821833a\">0<\/span>  Average: <span id=\"yasr-vv-average-container-634652821833a\">0<\/span>]<\/span><\/div><div id='yasr-vv-loader-634652821833a' class='yasr-vv-container-loader'><\/div><\/div><div id='yasr-vv-bottom-container-634652821833a'\r\n                              class='yasr-vv-bottom-container'\r\n                              style='display:none'><\/div><\/div><!--End Yasr Visitor Votes Shortcode--><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biopsi tulang&nbsp;adalah di mana sepotong tulang diambil dan inti tulang diperiksa untuk sel.&nbsp;Jika menggunakan jarum, obat bius akan disuntikkan.&nbsp;Jika operasi dilakukan, anestesi umum diperlukan. biopsi tulang untuk pemeriksaan&nbsp;Ini diindikasikan untuk pasien dengan nyeri tulang dan nyeri tekan.&nbsp;Dengan pemeriksaan setelah dilakukan bone scan (scan tulang),&nbsp;&nbsp;computer scan (CT scan),&nbsp;rontgen (X-ray) atau rontgen pembuluh darah.&nbsp;(arteriografi) dan ditemukan adanya<a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/bone-biopsy\/\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">&#8220;Biopsi tulang&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":158819400,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_coblocks_attr":"","_coblocks_dimensions":"","_coblocks_responsive_height":"","_coblocks_accordion_ie_support":"","advanced_seo_description":"","jetpack_seo_html_title":"","jetpack_seo_noindex":false,"yasr_overall_rating":4.9,"yasr_post_is_review":"yes","yasr_auto_insert_disabled":"","yasr_review_type":"","footnotes":""},"class_list":["post-6567","page","type-page","status-publish","hentry","entry"],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"3.0.2","language":"id","enabled_languages":["th","zh","id","ja","ko","ru"],"languages":{"th":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"zh":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ja":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ko":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ru":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"yasr_visitor_votes":{"stars_attributes":{"read_only":false,"span_bottom":false},"number_of_votes":0,"sum_votes":0},"jetpack_likes_enabled":false,"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/Pb2JDV-1HV","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6567","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/158819400"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6567"}],"version-history":[{"count":27,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6567\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19052,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/6567\/revisions\/19052"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6567"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}