{"id":17274,"date":"2020-12-04T04:19:00","date_gmt":"2020-12-04T04:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/healthmenowth.com\/?p=17274"},"modified":"2021-12-26T08:18:36","modified_gmt":"2021-12-26T08:18:36","slug":"covid-19-%e0%b8%a8%e0%b8%b4%e0%b8%a3%e0%b8%b4%e0%b8%a3%e0%b8%b2%e0%b8%8a%e0%b9%80%e0%b8%9b%e0%b8%b4%e0%b8%94%e0%b8%9c%e0%b8%a5%e0%b8%a8%e0%b8%b6%e0%b8%81%e0%b8%a9%e0%b8%b2%e0%b8%a7%e0%b8%b1%e0%b8%84","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/health-news\/covid-19-%e0%b8%a8%e0%b8%b4%e0%b8%a3%e0%b8%b4%e0%b8%a3%e0%b8%b2%e0%b8%8a%e0%b9%80%e0%b8%9b%e0%b8%b4%e0%b8%94%e0%b8%9c%e0%b8%a5%e0%b8%a8%e0%b8%b6%e0%b8%81%e0%b8%a9%e0%b8%b2%e0%b8%a7%e0%b8%b1%e0%b8%84\/","title":{"rendered":"COVID-19: Siriraj membeberkan hasil studi vaksin imunisasi 3 jarum &#8220;Astra-Pfizer&#8221;"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Siriraj mengungkapkan hasil penelitian vaksin Covid-19&nbsp;Vaksinasi 3 dari mereka yang menerima 2 dosis Sinovac atau 2 dosis AstraZeneca menemukan bahwa Sinovac adalah vaksin awal yang baik.&nbsp;Dengan menyuntikkan 3 jarum dengan Astra atau Pfizer, tingkat kekebalan sangat tinggi.&nbsp;Bagi yang menyuntikkan 2 jarum Astra sebaiknya disuntik dengan stimulator dengan Pfizer.&nbsp;Bahkan setengah dosis lebih dekat dengan vaksin dosis penuh.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 14 Oktober 2021, Pusat Penelitian Klinis&nbsp;Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Siriraj&nbsp;Hasil studi penelitian tentang keamanan dan respon imun dari vaksinasi booster dosis ke-3 pada orang yang telah menerima vaksin Sinovac.&nbsp;atau jarum AstraZeneca 2<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">berdasarkan asal proyek&nbsp;karena vaksinasi Sinovac&nbsp;atau jarum astraZeneca 2 yang banyak digunakan di Thailand&nbsp;Mungkin tidak merangsang tingkat antibodi yang tidak mencukupi.&nbsp;Vaksinasi booster ketiga diperlukan, tetapi belum diketahui.&nbsp;Vaksin dan jenis yang dapat digunakan untuk merangsangnya&nbsp;Apa efek kekebalan yang berbeda?&nbsp;Penelitian ini menilai tingkat kekebalan terhadap protein thistle.&nbsp;(domain pengikatan anti-recrptor : anti-RBD IgG) oleh immunoassay mikropartikel chemiluminescent dan kekebalan eliminasi virus delta (uji netralisasi pengurangan plak 50%: PRNT50) serta reaksi merugikan pada subjek yang menerima Dosis ketiga vaksin setelah dua atau tiga bulan vaksinasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil studi banding vaksin booster (dosis ke-3) Sinofar AstraZeneca&nbsp;Setengah dosis Pfizer&nbsp;Pfizer dosis penuh<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Sekitar 8-12 minggu setelah dua dosis vaksinasi, tingkat antibodi IgG anti-RBD sebelum injeksi booster.&nbsp;Nilai rata-rata rendah adalah 33-38 BAU\/ml pada kelompok injeksi Sinovac dan 90-116 BAU\/ml pada kelompok injeksi AstraZeneca.<\/li><li>pada mereka yang menerima dua dosis Sinovac&nbsp;Setelah menerima vaksin penguat dosis ketiga Pfizer dosis penuh, tingkat IgG anti-RBD tertinggi (5.152 BAU\/ml), diikuti oleh vaksin Pfizer setengah dosis (3.981 BAU\/ml), lebih tinggi.&nbsp;Dosis ketiga vaksin Astra (1.358 BAU\/ml) dan vaksin Sinofarm.&nbsp;Stimulasi paling sedikit (155 BAU\/ml)<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211; Dari mereka yang menerima dua dosis Astra dan menerima dosis ketiga vaksin booster Pfizer dosis penuh, kadar IgG anti-RBD paling tinggi (2.377 BAU\/ml), diikuti oleh vaksin Pfizer. ml) secara statistik secara signifikan lebih tinggi daripada booster lainnya.&nbsp;Dosis ketiga vaksin Astra&nbsp;stimulasi kurang tinggi (246 BAU\/ml) dan vaksin Sinofarm.&nbsp;Stimulasi paling sedikit (129 BAU\/ml)<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Tingkat kekebalan terhadap strain delta diukur dengan PRNT50 pada subjek yang menerima dua dosis synovac.&nbsp;tingkatkan dengan vaksin Pfizer setengah dosis&nbsp;Tingkat titer tertinggi (499), diikuti oleh Pfizer dosis penuh (411), AstraZene (271) dan Sinofarm (61).<\/li><li>pada mereka yang telah menerima dua dosis Astra&nbsp;Dosis penuh vaksin Pfizer tertinggi (520), diikuti vaksin setengah dosis Pfizer (358), booster lebih tinggi dari Astra (70) dan Sinofarm (49).<\/li><li>Reaksi merugikan yang dilaporkan dengan dosis booster ketiga adalah ringan hingga sedang di semua vaksin.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siriraj Institute of Clinical Research Facebook juga mempublikasikan hasil penelitian sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesimpulannya, Sinovac adalah vaksin priming atau vaksin awal yang baik.&nbsp;Dosis booster ketiga dengan AstraZeneca atau Pfizer menghasilkan tingkat kekebalan yang sangat tinggi.Vaksin Pfizer setengah dosis menghasilkan tingkat kekebalan yang serupa dengan vaksin dosis penuh.&nbsp;Direkomendasikan agar aktuator jarum ke-3 diberikan hanya dengan AstraZeneca atau Pfizer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rekomendasi: Bagi mereka yang telah menerima 2 dosis AstraZeneca, dosis ketiga hanya boleh ditingkatkan dengan vaksin Pfizer. Dosis setengah dapat memberikan respons imun yang serupa dengan vaksin dosis penuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terima kasih atas informasi dari Pusat Penelitian Klinis.&nbsp;Rumah Sakit Siriraj<\/p>\n<div style='text-align:right' class='yasr-auto-insert-visitor'><!--Yasr Visitor Votes Shortcode--><div id='yasr_visitor_votes_6d78f42255e1a' class='yasr-visitor-votes'><div id='yasr-vv-second-row-container-6d78f42255e1a'\r\n                                        class='yasr-vv-second-row-container'><div id='yasr-visitor-votes-rater-6d78f42255e1a'\r\n                                      class='yasr-rater-stars-vv'\r\n                                      data-rater-postid='17274'\r\n                                      data-rating='0'\r\n                                      data-rater-starsize='32'\r\n                                      data-rater-readonly='false'\r\n                                      data-rater-nonce='f3963cdd6e'\r\n                                      data-issingular='false'\r\n                                    ><\/div><div class=\"yasr-vv-stats-text-container\" id=\"yasr-vv-stats-text-container-6d78f42255e1a\"><span id=\"yasr-vv-text-container-6d78f42255e1a\" class=\"yasr-vv-text-container\">[Total: <span id=\"yasr-vv-votes-number-container-6d78f42255e1a\">0<\/span>  Average: <span id=\"yasr-vv-average-container-6d78f42255e1a\">0<\/span>]<\/span><\/div><div id='yasr-vv-loader-6d78f42255e1a' class='yasr-vv-container-loader'><\/div><\/div><div id='yasr-vv-bottom-container-6d78f42255e1a'\r\n                              class='yasr-vv-bottom-container'\r\n                              style='display:none'><\/div><\/div><!--End Yasr Visitor Votes Shortcode--><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siriraj mengungkapkan hasil penelitian vaksin Covid-19&nbsp;Vaksinasi 3 dari mereka yang menerima 2 dosis Sinovac atau 2 dosis AstraZeneca menemukan bahwa Sinovac adalah vaksin awal yang baik.&nbsp;Dengan menyuntikkan 3 jarum dengan Astra atau Pfizer, tingkat kekebalan sangat tinggi.&nbsp;Bagi yang menyuntikkan 2 jarum Astra sebaiknya disuntik dengan stimulator dengan Pfizer.&nbsp;Bahkan setengah dosis lebih dekat dengan vaksin dosis<a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/health-news\/covid-19-%e0%b8%a8%e0%b8%b4%e0%b8%a3%e0%b8%b4%e0%b8%a3%e0%b8%b2%e0%b8%8a%e0%b9%80%e0%b8%9b%e0%b8%b4%e0%b8%94%e0%b8%9c%e0%b8%a5%e0%b8%a8%e0%b8%b6%e0%b8%81%e0%b8%a9%e0%b8%b2%e0%b8%a7%e0%b8%b1%e0%b8%84\/\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">&#8220;COVID-19: Siriraj membeberkan hasil studi vaksin imunisasi 3 jarum &#8220;Astra-Pfizer&#8221;&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":158819400,"featured_media":5131,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_coblocks_attr":"","_coblocks_dimensions":"","_coblocks_responsive_height":"","_coblocks_accordion_ie_support":"","advanced_seo_description":"","jetpack_seo_html_title":"","jetpack_seo_noindex":false,"yasr_overall_rating":0,"yasr_post_is_review":"","yasr_auto_insert_disabled":"","yasr_review_type":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"{title}\n\n{excerpt}\n\n{url}","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"_wpas_customize_per_network":false,"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[712450978],"tags":[140118858,1566494],"class_list":["post-17274","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health-news","tag-140118858","tag-health-news","entry"],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"3.0.2","language":"id","enabled_languages":["th","zh","id","ja","ko","ru"],"languages":{"th":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"zh":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ja":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ko":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ru":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"yasr_visitor_votes":{"stars_attributes":{"read_only":false,"span_bottom":false},"number_of_votes":0,"sum_votes":0},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/healthmenowth.com\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/pexels-photo-4429561.jpeg?fit=1880%2C1253&ssl=1","jetpack_likes_enabled":false,"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pb2JDV-4uC","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/158819400"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17274"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17274\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20521,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17274\/revisions\/20521"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}