{"id":17791,"date":"2020-11-01T03:05:00","date_gmt":"2020-11-01T03:05:00","guid":{"rendered":"https:\/\/healthmenowth.com\/?p=17791"},"modified":"2022-01-02T06:41:03","modified_gmt":"2022-01-02T06:41:03","slug":"%e0%b8%a1-%e0%b8%a1%e0%b8%ab%e0%b8%b4%e0%b8%94%e0%b8%a5-%e0%b8%84%e0%b8%b2%e0%b8%94%e0%b8%9a%e0%b8%a3%e0%b8%a3%e0%b8%a5%e0%b8%b8%e0%b9%80%e0%b8%9b%e0%b9%89%e0%b8%b2%e0%b8%ab%e0%b8%a1%e0%b8%b2%e0%b8%a2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/health-news\/%e0%b8%a1-%e0%b8%a1%e0%b8%ab%e0%b8%b4%e0%b8%94%e0%b8%a5-%e0%b8%84%e0%b8%b2%e0%b8%94%e0%b8%9a%e0%b8%a3%e0%b8%a3%e0%b8%a5%e0%b8%b8%e0%b9%80%e0%b8%9b%e0%b9%89%e0%b8%b2%e0%b8%ab%e0%b8%a1%e0%b8%b2%e0%b8%a2\/","title":{"rendered":"Universitas Mahidol berharap untuk mencapai tujuan menjadi tempat ke-3 di Fisioterapi di Asia\u00a0dalam 2024"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Meskipun krisis&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/health-news\/covid-19-%e0%b8%84%e0%b8%b7%e0%b8%ad%e0%b8%ad%e0%b8%b0%e0%b9%84%e0%b8%a3-%e0%b8%a3%e0%b8%b9%e0%b9%89%e0%b8%84%e0%b8%a3%e0%b8%9a%e0%b8%88%e0%b8%9a%e0%b8%97%e0%b8%b8%e0%b8%81%e0%b9%80%e0%b8%a3%e0%b8%b7\/\">COVID-19<\/a>&nbsp;telah mengubah cara hidup orang di dunia, mereka harus saling berjauhan di dunia nyata.&nbsp;Tetapi perlu berkomunikasi lebih banyak untuk menggantikan di dunia maya (Virtual) Saat ini, Universitas Mahidol oleh Fakultas Terapi Fisik&nbsp;telah menciptakan inovasi yang berkualitas&nbsp;Hal ini akan membuat terapi fisik di masa krisis COVID-19 tidak lagi menjadi kendala.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Associate Professor Dr. PT.Jarukul Tritraikaksa, Dekan Fakultas Terapi Fisik&nbsp;Mahidol University mengatakan bahwa Fakultas telah menggunakan pengalaman dalam pengajaran, penelitian, dan layanan akademik yang memenuhi standar kelas dunia.&nbsp;yang merupakan kumpulan pengetahuan yang telah terakumulasi selama 56 tahun terakhir untuk menciptakan dan mengembangkan inovasi terbaru yang bermanfaat bagi umat manusia<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">dengan inovasi pertama bekerjasama dengan Departemen Kesehatan, Kementerian Kesehatan Masyarakat&nbsp;Menghasilkan pedoman untuk mempromosikan kesehatan yang baik&nbsp;&#8220;Memperlambat penuaan, umur panjang,&#8221; yang muncul dari penggunaan penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, ada juga inovasi yang didukung oleh The International Organization for Migration (IOM) untuk merawat lansia di masyarakat selama situasi epidemi COVID-19 dan telah terdaftar di Intellectual Property Department. Thai and Burmase melalui Institute of Manajemen Teknologi dan Inovasi (iNT), Universitas Mahidol.&nbsp;Dari studi penelitian dan eksperimen dengan sampel pengasuh yang merupakan penduduk Myanmar di provinsi Kanchanaburi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karya inovasi berkualitas lainnya dari Fakultas Terapi Fisik.&nbsp;yang memprakarsai kreativitas dan pengembangan bersama-sama dengan&nbsp;Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Universitas Mahidol adalah Aplikasi Layanan Tele-delivery Kesehatan atau \u201clayanan fisioterapi.&nbsp;Terapi Pekerjaan Jarak Jauh\u201d disponsori oleh DCU (Universitas Konvergensi Digital) dan Institut Teknologi dan Manajemen Inovasi (iNT), Universitas Mahidol.&nbsp;yang mendekati kenyataan&nbsp;Uji coba akan dimulai dengan pasien nyata pada November 2021 dan akan diperluas ke 12 zona kesehatan di seluruh negeri.&nbsp;untuk berpartisipasi dalam uji coba berikutnya<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Associate Professor Dr.PT.Jarukul Tree Traikaksa lebih lanjut menjelaskan&nbsp;Ini merupakan visi yang baik karena pada pertengahan tahun 2021 Lembaran Negara memberikan lampu hijau untuk melakukan fisioterapi.&nbsp;Terapi okupasi bisa jauh dari rumah sakit.&nbsp;yang bahkan terapi tangan&nbsp;atau sentuh&nbsp;Hal ini juga diperlukan untuk pasien.&nbsp;Tetapi ada batasan yang harus mengikuti langkah-langkah untuk menjaga jarak&nbsp;karena itu tidak dapat datang untuk menerima perawatan sendiri&nbsp;atau khawatir tentang infeksi&nbsp;terapi fisik&nbsp;Oleh karena itu, terapi okupasi jarak jauh merupakan pilihan yang paling diperlukan dalam situasi ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">yang setidaknya pada pasien dengan 3 sindrom mungkin tidak bisa menunggu&nbsp;Jika tidak ada perawatan berkelanjutan dengan terapi fisik&nbsp;Terapi okupasi jarak jauh mencakup sekelompok pasien dengan berbagai kondisi nyeri.&nbsp;apakah sindrom kantor&nbsp;Atau dari bekerja di rumah (Work From Home) pasien saraf seperti kelumpuhan \u2013&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/diseases\/brain-nerve\/bell-palsy-facial-paralysis\/\">kelumpuhan,<\/a>&nbsp;yang jika tidak mendapat perawatan terus menerus, gejalanya bisa memburuk dan menjadi pasien terbaring di tempat tidur.&nbsp;dan pasien anak dengan cerebral palsy&nbsp;yang mempengaruhi perkembangan&nbsp;Dari merangkak, berdiri, berjalan dan berbicara dengan terapi fisik&nbsp;terapi jarak jauh&nbsp;Ini akan membantu pengasuh tetap berhubungan untuk mendapatkan nasihat.&nbsp;Konsultasi dari ahli terapi fisik&nbsp;Terapis okupasi spesialis waktu nyata<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya di pusat terapi fisik Fakultas Terapi Fisik&nbsp;Universitas Mahidol&nbsp;Layanan terapi fisik akan disediakan.&nbsp;Terapi okupasi jarak jauh untuk pasien sudah&nbsp;Tetapi jika aplikasi tersebut benar-benar digunakan&nbsp;Akan ada saluran khusus tambahan seperti memiliki ahli terapi fisik.&nbsp;Terapis okupasi khusus memberikan perawatan pribadi.&nbsp;Mereka juga merancang postur terapi fisik yang dibuat khusus atau secara individual.&nbsp;Untuk mengobati gejala yang disebabkan oleh berbagai gangguan gerak.&nbsp;di tempat, siap diukur dan ditindak lanjuti juga&nbsp;Pada periode pertama, akan dibuka layanan gratis.&nbsp;dan akan dikenakan tarif yang dapat diakses oleh masyarakat Thailand biasa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">dan dari aplikasi terapi fisik&nbsp;Terapi okupasi jarak jauh semacam itu telah mendapat perhatian dari luar negeri seperti Taiwan.&nbsp;dan Indonesia&nbsp;yang dihasilkan dari kerjasama&nbsp;dan memiliki potensi akademik diakui&nbsp;yang saat ini&nbsp;Fakultas Terapi Fisik&nbsp;Universitas Mahidol&nbsp;Ada program studi yang terakreditasi oleh ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA) dan dengan kesiapan potensi personel.&nbsp;dan kekuatan penelitian<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">yang memiliki masalah dari kebutuhan pasien di pusat terapi fisik yang dibuka Fakultas&nbsp;baik di Salaya maupun Pinklao, keduanya merupakan tempat merawat pasien&nbsp;dan merupakan tempat latihan praktek bagi mahasiswa Fakultas&nbsp;dan mahasiswa fisioterapi dari berbagai negara&nbsp;Khusus di Indonesia, FKIP menjalin kerjasama dengan 6 perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah selanjutnya, Fakultas Terapi Fisik&nbsp;Universitas Mahidol&nbsp;telah menetapkan tujuan untuk menjadi pemimpin akademik 3 teratas dalam terapi fisik di Asia pada tahun 2024&nbsp;Ini akan menjadi kekuatan penting bagi Thailand untuk melangkah menjadi negara yang inovatif.&nbsp;Empat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB dapat dicapai: SDGs 3 mempromosikan kesehatan, SDGs4, pendidikan yang setara, SDGs9 mencapai kemakmuran industri, inovasi dan infrastruktur, dan SDGs17, kekuatan kemitraan.&nbsp;Kerjasama global menuju pembangunan berkelanjutan akhirnya dimungkinkan.<\/p>\n<div style='text-align:right' class='yasr-auto-insert-visitor'><!--Yasr Visitor Votes Shortcode--><div id='yasr_visitor_votes_6ac148005fd95' class='yasr-visitor-votes'><div id='yasr-vv-second-row-container-6ac148005fd95'\r\n                                        class='yasr-vv-second-row-container'><div id='yasr-visitor-votes-rater-6ac148005fd95'\r\n                                      class='yasr-rater-stars-vv'\r\n                                      data-rater-postid='17791'\r\n                                      data-rating='0'\r\n                                      data-rater-starsize='32'\r\n                                      data-rater-readonly='false'\r\n                                      data-rater-nonce='a527f95345'\r\n                                      data-issingular='false'\r\n                                    ><\/div><div class=\"yasr-vv-stats-text-container\" id=\"yasr-vv-stats-text-container-6ac148005fd95\"><span id=\"yasr-vv-text-container-6ac148005fd95\" class=\"yasr-vv-text-container\">[Total: <span id=\"yasr-vv-votes-number-container-6ac148005fd95\">0<\/span>  Average: <span id=\"yasr-vv-average-container-6ac148005fd95\">0<\/span>]<\/span><\/div><div id='yasr-vv-loader-6ac148005fd95' class='yasr-vv-container-loader'><\/div><\/div><div id='yasr-vv-bottom-container-6ac148005fd95'\r\n                              class='yasr-vv-bottom-container'\r\n                              style='display:none'><\/div><\/div><!--End Yasr Visitor Votes Shortcode--><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Meskipun krisis&nbsp;COVID-19&nbsp;telah mengubah cara hidup orang di dunia, mereka harus saling berjauhan di dunia nyata.&nbsp;Tetapi perlu berkomunikasi lebih banyak untuk menggantikan di dunia maya (Virtual) Saat ini, Universitas Mahidol oleh Fakultas Terapi Fisik&nbsp;telah menciptakan inovasi yang berkualitas&nbsp;Hal ini akan membuat terapi fisik di masa krisis COVID-19 tidak lagi menjadi kendala. Associate Professor Dr. PT.Jarukul Tritraikaksa,<a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/health-news\/%e0%b8%a1-%e0%b8%a1%e0%b8%ab%e0%b8%b4%e0%b8%94%e0%b8%a5-%e0%b8%84%e0%b8%b2%e0%b8%94%e0%b8%9a%e0%b8%a3%e0%b8%a3%e0%b8%a5%e0%b8%b8%e0%b9%80%e0%b8%9b%e0%b9%89%e0%b8%b2%e0%b8%ab%e0%b8%a1%e0%b8%b2%e0%b8%a2\/\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">&#8220;Universitas Mahidol berharap untuk mencapai tujuan menjadi tempat ke-3 di Fisioterapi di Asia\u00a0dalam 2024&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":158819400,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_coblocks_attr":"","_coblocks_dimensions":"","_coblocks_responsive_height":"","_coblocks_accordion_ie_support":"","_crdt_document":"","advanced_seo_description":"","jetpack_seo_html_title":"","jetpack_seo_noindex":false,"yasr_overall_rating":0,"yasr_post_is_review":"","yasr_auto_insert_disabled":"","yasr_review_type":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"_wpas_customize_per_network":false,"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[712450978],"tags":[1566494],"class_list":["post-17791","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-health-news","tag-health-news","entry"],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"3.0.2","language":"id","enabled_languages":["th","zh","id","ja","ko","ru"],"languages":{"th":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"zh":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ja":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ko":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ru":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"yasr_visitor_votes":{"stars_attributes":{"read_only":false,"span_bottom":false},"number_of_votes":0,"sum_votes":0},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_likes_enabled":false,"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pb2JDV-4CX","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/158819400"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17791"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17791\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21164,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17791\/revisions\/21164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}