{"id":30411,"date":"2023-02-11T10:25:39","date_gmt":"2023-02-11T03:25:39","guid":{"rendered":"https:\/\/healthmenowth.com\/?p=30411"},"modified":"2023-02-11T10:30:51","modified_gmt":"2023-02-11T03:30:51","slug":"anger-management-10-tips","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/health-news\/anger-management-10-tips\/","title":{"rendered":"Manajemen kemarahan: 10 tips untuk menjinakkan amarah Anda"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjaga emosi Anda tetap terkendali bisa jadi menantang.\u00a0Gunakan tip manajemen kemarahan sederhana \u2014 mulai dari mengambil waktu tunggu hingga menggunakan pernyataan &#8220;saya&#8221; \u2014 untuk tetap memegang kendali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah Anda marah ketika seseorang menghentikan Anda di lalu lintas?&nbsp;Apakah tekanan darah Anda meroket ketika anak Anda menolak untuk bekerja sama?&nbsp;Kemarahan adalah emosi yang umum dan bahkan sehat.&nbsp;Tetapi penting untuk menghadapinya dengan cara yang positif.&nbsp;Kemarahan yang tidak terkendali dapat merusak kesehatan dan hubungan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siap mengendalikan amarah Anda?&nbsp;Mulailah dengan mempertimbangkan 10 tips manajemen kemarahan ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Berpikirlah sebelum Anda berbicara<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di saat panas, mudah untuk mengatakan sesuatu yang nantinya akan Anda sesali.&nbsp;Luangkan beberapa saat untuk mengumpulkan pikiran Anda sebelum mengatakan apa pun.&nbsp;Juga izinkan orang lain yang terlibat dalam situasi tersebut untuk melakukan hal yang sama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Setelah Anda tenang, ungkapkan kekhawatiran Anda<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Segera setelah Anda berpikir jernih, ungkapkan rasa frustrasi Anda dengan cara yang tegas tetapi tidak konfrontatif.&nbsp;Nyatakan kekhawatiran dan kebutuhan Anda dengan jelas dan langsung, tanpa menyakiti orang lain atau berusaha mengendalikan mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Berolahragalah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi stres yang dapat menyebabkan Anda menjadi marah.&nbsp;Jika Anda merasa amarah Anda meningkat, lakukan jalan cepat atau lari.&nbsp;Atau luangkan waktu untuk melakukan aktivitas fisik lain yang menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Ambil waktu tunggu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Timeout tidak hanya untuk anak-anak.&nbsp;Beri diri Anda istirahat sejenak selama hari-hari yang cenderung membuat stres.&nbsp;Waktu hening beberapa saat dapat membantu Anda merasa lebih siap untuk menangani apa yang akan terjadi tanpa merasa kesal atau marah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Identifikasi kemungkinan solusi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alih-alih berfokus pada apa yang membuat Anda marah, berusahalah untuk menyelesaikan masalah yang ada.&nbsp;Apakah kamar anak Anda yang berantakan membuat Anda kesal?&nbsp;Tutup pintu.&nbsp;Apakah pasangan Anda terlambat makan malam setiap malam?&nbsp;Jadwalkan makan nanti di malam hari.&nbsp;Atau setuju untuk makan sendiri beberapa kali seminggu.&nbsp;Juga, pahamilah bahwa beberapa hal di luar kendali Anda.&nbsp;Cobalah bersikap realistis tentang apa yang bisa dan tidak bisa Anda ubah.&nbsp;Ingatkan diri Anda bahwa kemarahan tidak akan memperbaiki apa pun dan hanya akan memperburuk keadaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Tetap dengan pernyataan &#8216;saya&#8217;<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengkritik atau menyalahkan mungkin hanya akan meningkatkan ketegangan.&nbsp;Alih-alih, gunakan pernyataan &#8220;Saya&#8221; untuk menjelaskan masalahnya.&nbsp;Bersikap hormat dan spesifik.&nbsp;Misalnya, katakan, &#8220;Saya kesal karena kamu meninggalkan meja tanpa menawarkan bantuan untuk mencuci piring&#8221; alih-alih &#8220;Kamu tidak pernah melakukan pekerjaan rumah apa pun&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Jangan menyimpan dendam<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengampunan adalah alat yang ampuh.&nbsp;Jika Anda membiarkan kemarahan dan perasaan negatif lainnya mengalahkan perasaan positif, Anda mungkin menemukan diri Anda ditelan oleh kepahitan atau rasa ketidakadilan Anda sendiri.&nbsp;Memaafkan seseorang yang membuat Anda marah dapat membantu Anda berdua belajar dari situasi tersebut dan memperkuat hubungan Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Gunakan humor untuk melepaskan ketegangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meringankan dapat membantu meredakan ketegangan.&nbsp;Gunakan humor untuk membantu Anda menghadapi apa yang membuat Anda marah dan, mungkin, ekspektasi tidak realistis apa pun yang Anda miliki tentang apa yang seharusnya terjadi.&nbsp;Hindari sarkasme, meskipun &#8211; itu bisa melukai perasaan dan memperburuk keadaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Latih keterampilan relaksasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat amarah Anda membara, manfaatkan keterampilan relaksasi.&nbsp;Latih latihan pernapasan dalam, bayangkan adegan santai, atau ulangi kata atau frasa yang menenangkan, seperti &#8220;Tenang saja.&#8221;&nbsp;Anda juga dapat mendengarkan musik, menulis jurnal, atau melakukan beberapa pose yoga \u2014 apa pun yang diperlukan untuk mendorong relaksasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Ketahui kapan harus mencari bantuan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belajar mengendalikan amarah kadang-kadang bisa menjadi tantangan.&nbsp;Cari bantuan untuk masalah kemarahan jika kemarahan Anda tampaknya tidak terkendali, menyebabkan Anda melakukan hal-hal yang Anda sesali atau menyakiti orang-orang di sekitar Anda.<\/p>\n<div style='text-align:right' class='yasr-auto-insert-visitor'><!--Yasr Visitor Votes Shortcode--><div id='yasr_visitor_votes_74b59d523a264' class='yasr-visitor-votes'><div id='yasr-vv-second-row-container-74b59d523a264'\r\n                                        class='yasr-vv-second-row-container'><div id='yasr-visitor-votes-rater-74b59d523a264'\r\n                                      class='yasr-rater-stars-vv'\r\n                                      data-rater-postid='30411'\r\n                                      data-rating='0'\r\n                                      data-rater-starsize='32'\r\n                                      data-rater-readonly='false'\r\n                                      data-rater-nonce='44c663a235'\r\n                                      data-issingular='false'\r\n                                    ><\/div><div class=\"yasr-vv-stats-text-container\" id=\"yasr-vv-stats-text-container-74b59d523a264\"><span id=\"yasr-vv-text-container-74b59d523a264\" class=\"yasr-vv-text-container\">[Total: <span id=\"yasr-vv-votes-number-container-74b59d523a264\">0<\/span>  Average: <span id=\"yasr-vv-average-container-74b59d523a264\">0<\/span>]<\/span><\/div><div id='yasr-vv-loader-74b59d523a264' class='yasr-vv-container-loader'><\/div><\/div><div id='yasr-vv-bottom-container-74b59d523a264'\r\n                              class='yasr-vv-bottom-container'\r\n                              style='display:none'><\/div><\/div><!--End Yasr Visitor Votes Shortcode--><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjaga emosi Anda tetap terkendali bisa jadi menantang.\u00a0Gunakan tip manajemen kemarahan sederhana \u2014 mulai dari mengambil waktu tunggu hingga menggunakan pernyataan &#8220;saya&#8221; \u2014 untuk tetap memegang kendali. Apakah Anda marah ketika seseorang menghentikan Anda di lalu lintas?&nbsp;Apakah tekanan darah Anda meroket ketika anak Anda menolak untuk bekerja sama?&nbsp;Kemarahan adalah emosi yang umum dan bahkan sehat.&nbsp;Tetapi<a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/health-news\/anger-management-10-tips\/\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">&#8220;Manajemen kemarahan: 10 tips untuk menjinakkan amarah Anda&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":158819400,"featured_media":18544,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_coblocks_attr":"","_coblocks_dimensions":"","_coblocks_responsive_height":"","_coblocks_accordion_ie_support":"","advanced_seo_description":"","jetpack_seo_html_title":"","jetpack_seo_noindex":false,"yasr_overall_rating":0,"yasr_post_is_review":"","yasr_auto_insert_disabled":"","yasr_review_type":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"{title}\n\n{excerpt}\n\n{url}","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"_wpas_customize_per_network":false,"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[712450978],"tags":[1566494],"class_list":["post-30411","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health-news","tag-health-news","entry"],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"3.0.2","language":"id","enabled_languages":["th","zh","id","ja","ko","ru"],"languages":{"th":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"zh":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ja":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ko":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ru":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"yasr_visitor_votes":{"stars_attributes":{"read_only":false,"span_bottom":false},"number_of_votes":0,"sum_votes":0},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/healthmenowth.com\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/health-me-now-blog-best-website.png?fit=1200%2C675&ssl=1","jetpack_likes_enabled":false,"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pb2JDV-7Uv","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30411","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/158819400"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30411"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30411\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30419,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30411\/revisions\/30419"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18544"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30411"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30411"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30411"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}