{"id":5159,"date":"2020-05-30T13:35:34","date_gmt":"2020-05-30T13:35:34","guid":{"rendered":"https:\/\/healthmenowth.com\/?p=5159"},"modified":"2022-01-12T14:43:57","modified_gmt":"2022-01-12T14:43:57","slug":"food-allergy-danger","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/digestive-disease\/food-allergy-danger\/","title":{"rendered":"Alergi makanan lebih berbahaya dari yang Anda pikirkan Tahukah Anda?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alergi makanan adalah reaksi di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi secara tidak normal terhadap makanan tertentu.&nbsp;menyebabkan reaksi alergi saat menerima makanan semacam itu&nbsp;Ini dapat terjadi pada hampir semua jenis makanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami tidak dapat memprediksi tingkat keparahan reaksi alergi sama sekali.&nbsp;Mempelajari cara mengenali alergi&nbsp;Cara menghindari alergi makanan&nbsp;dan pengobatan alergi makanan&nbsp;Ini akan membantu Anda mengatasi jenis alergi ini dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, penting bagi setiap orang yang alergi makanan&nbsp;Pelajari tentang alergi Anda.&nbsp;dan perhatikan baik-baik makanan yang Anda makan<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"familiar-dengan-alergi-makanan\">Familiar dengan alergi makanan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alergi makanan berkisar dari ringan hingga parah.&nbsp;Beberapa orang memiliki alergi makanan ringan untuk pertama kalinya.&nbsp;Tapi itu bisa berkembang menjadi alergi makanan yang lebih parah di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alergi makanan yang dihasilkan dapat bermanifestasi sebagai manifestasi dermatologis.&nbsp;sistem pencernaan&nbsp;sistem kardiovaskular&nbsp;atau sistem pernapasan&nbsp;dengan satu gejala&nbsp;atau beberapa sekaligus<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"contoh-alergi-makanan\">contoh alergi makanan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Mati rasa atau gatal di mulut, telinga, atau tenggorokan<br>\u2013 ruam gatal seperti gatal-gatal&nbsp;Dalam beberapa kasus mungkin ada kemerahan dan gatal-gatal, tetapi tidak ada ruam<br>&#8211; pembengkakan pada wajah, sekitar mata, bibir, lidah, langit-langit mulut dan tenggorokan<br>&#8211; kesulitan menelan<br>&#8211;&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/ear-nose-troat\/dyspnea\/\">kesulitan<\/a>&nbsp;bernapas,&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/ear-nose-troat\/dyspnea\/\">kesulitan<\/a>&nbsp;bernapas<br>&#8211; pusing, seperti&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/heart\/shock\/\">pingsan<\/a><br>&#8211; merasa sakit, mungkin memiliki&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/digestive-disease\/nausea\/\">Mual dan&nbsp;<\/a><a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/digestive-disease\/vomit\/\">muntah<\/a>&nbsp;disertai<br>\u2013 nyeri di perut bagian bawah atau&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/digestive-disease\/diarrhea\/\">diare<\/a><br>\u2013 dengan gejala seperti demam seperti bersin atau gatal di sekitar mata dan konjungtiva.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kebanyakan kasus, alergi makanan berkembang dalam waktu 2 jam setelah makan makanan.&nbsp;Dan seringkali itu bisa terjadi dalam beberapa menit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa kasus yang sangat jarang terjadi.\u00a0Mungkin diperlukan waktu hingga 4-6 jam atau lebih lama untuk gejala muncul.\u00a0Respons alergi yang lambat ini lebih sering terjadi pada anak-anak dengan eksim terkait alergi makanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa orang juga dapat mengembangkan reaksi alergi makanan yang lambat merespons, seperti sindrom enterokolitis yang diinduksi protein makanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">dengan gejala gastrointestinal yang parah&nbsp;Terjadi dalam 2-6 jam setelah makan susu, kedelai, biji-bijian dan beberapa daging.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini lebih sering terjadi pada bayi yang makan makanan ini untuk pertama kalinya.&nbsp;atau anak-anak yang sedang disapih<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anak-anak dengan jenis alergi makanan ini mungkin juga mengalami muntah berulang atau diare berdarah.&nbsp;Hal ini akan menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi.&nbsp;Oleh karena itu keadaan darurat yang memerlukan pengobatan dengan cairan intravena.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terkadang alergi makanan bisa akut dan parah, juga dikenal sebagai &#8220;alergi&#8221;.&nbsp;&#8220;anafilaksis&#8221; oleh reaksi alergi yang mempengaruhi banyak&nbsp;sistem dalam tubuh pada saat yang sama<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Awalnya, pasien cenderung memiliki gejala yang mirip dengan yang disebutkan di atas.&nbsp;tetapi dapat menyebabkan gejala lain&nbsp;parah sampai mati sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8211; Kesulitan bernafas semakin banyak&nbsp;mengi&nbsp;Termasuk batuk dengan<br>&#8211; tenggorokan bengkak atau rasa seperti ada benjolan di tenggorokan.&nbsp;membuat sulit bernafas<br>&#8211; detak jantung cepat tidak normal<br>&#8211; penurunan tajam tekanan darah&nbsp;Hal ini menyebabkan pusing, kebingungan, dan pusing<br>\u2013 tiba-tiba merasa cemas.&nbsp;dan sangat ketakutan<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reaksi ini dapat terjadi dalam beberapa menit setelah terpapar makanan alergi.&nbsp;dan menyebabkan kematian&nbsp;karena itu dianggap darurat&nbsp;Kurangnya perawatan tepat waktu bisa berbahaya bagi pasien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda melihat pasien dengan gejala alergi akut yang parah seperti sesak napas, pusing, kepala terasa ringan, pingsan atau tidak sadarkan diri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAnda harus membawa pasien ke rumah sakit.&nbsp;panggil ambulan&nbsp;atau hubungi nomor darurat 1669 sesegera mungkin.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hampir semua makanan dapat menyebabkan reaksi alergi.&nbsp;Tetapi ada makanan tertentu yang cenderung menyebabkan lebih banyak reaksi alergi daripada yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk anak kecil sering dijumpai&nbsp;Alergi disebabkan oleh makanan ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Telur<br>\u2013 Susu Anak-anak dengan alergi susu sapi memiliki peningkatan risiko reaksi alergi terhadap semua jenis susu<br>\u2013 Gandum atau tepung terigu<br>\u2013 Kedelai<br>\u2013 Kacang tanah<br>\u2013&nbsp;Kacang&nbsp;abadi seperti almond, walnut, mangga, macadamia, macadamia, Pistachio, dll.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk orang dewasa sering dijumpai&nbsp;Alergi disebabkan oleh makanan ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2013 Kacang tanah \u2013 Kacang<br>abadi seperti almond, walnut, mangga, macadamia, pistachio, dll.<br>\u2013 Ikan<br>\u2013 Makanan laut&nbsp;bercangkang&nbsp;seperti kepiting, lobster, udang, dll.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, makanan apa pun dapat menyebabkan reaksi alergi.&nbsp;Studi penelitian menemukan bahwa&nbsp;Reaksi alergi makanan juga bisa disebabkan oleh makanan berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>peterseli atau seledri<\/li><li>Gluten, protein yang ditemukan dalam nasi&nbsp;dan berbagai biji-bijian<\/li><li>moster<\/li><li>wijen<\/li><li>Buah-buahan dan sayuran, yang dapat menyebabkan reaksi alergi di mulut, bibir dan tenggorokan.<\/li><li>biji pinus<\/li><li>beberapa daging&nbsp;Beberapa orang mungkin memiliki reaksi alergi terhadap satu jenis daging.&nbsp;Beberapa orang memiliki reaksi alergi terhadap banyak jenis daging.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alergi terhadap bahan tambahan makanan sangat jarang terjadi.&nbsp;Namun, beberapa bahan tambahan makanan dapat menyebabkan timbulnya alergi makanan secara tiba-tiba pada orang dengan kondisi yang mendasarinya, seperti:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"sulfit-atau-pengawet-sulfit\">sulfit atau pengawet sulfit<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengawet Sulfur Dioksida&nbsp;dan pengawet sulfit lainnya&nbsp;Ini digunakan untuk mengawetkan berbagai makanan seperti minuman, sosis, burger, sayuran, dan buah-buahan kering.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sulfur dioksida, yang terjadi secara alami dalam produksi anggur dan bir, telah ditemukan juga ditambahkan ke anggur.\u00a0Orang dengan asma atau\u00a0<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/respiratory-system\/nasal-congestion\/\">rinitis\u00a0<\/a>Reaksi alergi dapat terjadi karena menghirup sulfur dioksida.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tetapi sangat sedikit penderita asma yang mengalami reaksi alergi akut akibat meminum minuman yang mengandung sulfit.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"natrium-benzoat\">natrium benzoat<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">asam natrium benzoat&nbsp;dan asam benzoat lainnya&nbsp;termasuk dalam kelompok bahan tambahan makanan sulfit&nbsp;Ini adalah aditif yang digunakan dalam pengawetan makanan.&nbsp;dan mencegah infeksi jamur<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini sering digunakan dengan minuman ringan atau minuman.\u00a0Asam benzoat diproduksi oleh buah.\u00a0atau madu alami juga<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, asam ini dapat menyebabkan alergi seperti&nbsp;<a href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/th\/respiratory-system\/asthma\/\">asma<\/a>&nbsp;dan dermatitis atopik.<\/p>\n<div style='text-align:right' class='yasr-auto-insert-visitor'><!--Yasr Visitor Votes Shortcode--><div id='yasr_visitor_votes_14801364da939' class='yasr-visitor-votes'><div id='yasr-vv-second-row-container-14801364da939'\r\n                                        class='yasr-vv-second-row-container'><div id='yasr-visitor-votes-rater-14801364da939'\r\n                                      class='yasr-rater-stars-vv'\r\n                                      data-rater-postid='5159'\r\n                                      data-rating='5'\r\n                                      data-rater-starsize='32'\r\n                                      data-rater-readonly='false'\r\n                                      data-rater-nonce='18e34629ca'\r\n                                      data-issingular='false'\r\n                                    ><\/div><div class=\"yasr-vv-stats-text-container\" id=\"yasr-vv-stats-text-container-14801364da939\"><span id=\"yasr-vv-text-container-14801364da939\" class=\"yasr-vv-text-container\">[Total: <span id=\"yasr-vv-votes-number-container-14801364da939\">6<\/span>  Average: <span id=\"yasr-vv-average-container-14801364da939\">5<\/span>]<\/span><\/div><div id='yasr-vv-loader-14801364da939' class='yasr-vv-container-loader'><\/div><\/div><div id='yasr-vv-bottom-container-14801364da939'\r\n                              class='yasr-vv-bottom-container'\r\n                              style='display:none'><\/div><\/div><!--End Yasr Visitor Votes Shortcode--><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alergi makanan adalah reaksi di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi secara tidak normal terhadap makanan tertentu.&nbsp;menyebabkan reaksi alergi saat menerima makanan semacam itu&nbsp;Ini dapat terjadi pada hampir semua jenis makanan. Kami tidak dapat memprediksi tingkat keparahan reaksi alergi sama sekali.&nbsp;Mempelajari cara mengenali alergi&nbsp;Cara menghindari alergi makanan&nbsp;dan pengobatan alergi makanan&nbsp;Ini akan membantu Anda mengatasi jenis alergi<a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/digestive-disease\/food-allergy-danger\/\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">&#8220;Alergi makanan lebih berbahaya dari yang Anda pikirkan Tahukah Anda?&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":158819400,"featured_media":2035,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_coblocks_attr":"","_coblocks_dimensions":"","_coblocks_responsive_height":"","_coblocks_accordion_ie_support":"","_crdt_document":"","advanced_seo_description":"","jetpack_seo_html_title":"","jetpack_seo_noindex":false,"yasr_overall_rating":0,"yasr_post_is_review":"","yasr_auto_insert_disabled":"","yasr_review_type":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"_wpas_customize_per_network":false,"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[773109,712450984],"tags":[10903586,297866],"class_list":["post-5159","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digestive-disease","category-food-nutrition","tag-10903586","tag-297866","entry"],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"3.0.2","language":"id","enabled_languages":["th","zh","id","ja","ko","ru"],"languages":{"th":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"zh":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ja":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ko":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"ru":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"yasr_visitor_votes":{"stars_attributes":{"read_only":false,"span_bottom":false},"number_of_votes":6,"sum_votes":30},"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/healthmenowth.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/pexels-photo-2903384.jpeg?fit=2250%2C1500&ssl=1","jetpack_likes_enabled":false,"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pb2JDV-1ld","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5159","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/158819400"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5159"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5159\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23438,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5159\/revisions\/23438"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5159"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5159"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/healthmenowth.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5159"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}